1) Luruskan Niat
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh setiap penuntut ilmu sebelum memulai sesuatu adalah niatnya, apakah benar-benar hanya mengharap ridho Allah? ataukah masih terselip niat-niat selain mengharap ridho Allah.
dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal-amal itu dinilai dengan niatnya. Dan setiap orang [yang beramal] akan dibalas selaras dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin dia raih atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menerangkan kepada kita bahwa seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan, hendaknya kita selalu mengoreksi niat kita, dan tentunya niat yang benar sangat dibutuhkan ketika sebelum kita mulai mempelajari bahasa arab.
2) Bersemangat Dalam Menuntut Ilmu
Seorang penuntut ilmu harusnya bersemangat dalam menggapai kebaikan-kebaikan, terlebih lagi ilmu bahasa arab adalah alat untuk menggapai banyak kebaikan, dengannya kita bisa memahami Al-Quran dan As-Sunnah,
Allah Azza Wa Jalla Berfirman,
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al Muthoffifin: 26). Artinya, untuk meraih berbagai nikmat di surga, seharusnya setiap berlomba-lomba.
3) Yakini bahwa Bahasa Arab adalah Bahasa Yang Mudah
Merupakan hal yang wajar bagi penuntut ilmu diawal belajarnya ia merasa kesulitan, namun, sudah semestinya ia meyakini bahwasanya di setiap kesulitan setelahnya ada kemudahan
Allah Azza wa Jalla berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
juga tutur indah penyair,
لأَستَسهِلَنَّ الصَّعبَ أو أُدْرِكَ المُنَى فَمَا انقَادَتِ الآمَالُ إِلاَّ لِصَابِرِ
“Sungguh saya akan meyakini kesulitan itu sebagai kemudahan sampai saya menggapai cita-cita,
Harapan-harapan itu tidak akan tunduk kecuali bagi siapa yang bersabar.”
(Hulaludz Dzahabi ‘Ala Tuhfatus Saniyah, Hal. 135)
Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.